Laman

Rabu, 11 Mei 2016

MENIKMATI RIZQI

MENIKMATI RIZQI
@salimafillah
Makanan lezat dapat diburu, hidangan mahal dapat dibeli. Untuk menikmati racikan seorang Chef Bintang Lima Michelin di Kota Paris, kita harus mengajukan reservasi jauh-jauh hari, dengan uang pangkal yang cukup untuk biaya hidup di Yogyakarta selama berbulan tanpa ngeri.
Tapi nikmatnya makan adalah rizqi, Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi.
Seorang bapak di Gunung Kidul yang mencangkul sejak pukul 07.00 pagi, di jam 10.30 didatangi sang istri. Sebuah bakul tergendong di punggungnya, dengan isi amat bersahaja. Nasi ketan bertabur parutan kelapa. Sementara cereknya berisi teh panas, wangi, sepet, kenthel, dan legi.
Peluh dan lelah menggenapkan rasa nikmat di tiap suapan sang belahan jiwa. Senyum mereka tak terbeli oleh berapapun harga.
Ranjang paling empuk dapat dibeli. Kamar tidur paling mewah dapat dirancang. Hotel berlayanan bintang tujuh, Burj Al 'Arab di Dubai dapat menyediakan ruang rehat dengan sewa semalam seharga membangun rumah di negeri kita.
Tapi nikmatnya tidur adalah rizqi. Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi.
Seorang anak pemulung berbantal kayu, beralas kardus, berselimut koran terlelap di atas gerobak orangtuanya pada suatu malam di Jakarta. Begitu nyenyak sampai susah untuk membangunkannya.
Gaji yang tinggi dapat dikejar dengan karir cemerlang. Uang yang banyak dapat dikumpulkan dengan memeras keringat hingga kering dan membanting tulang hingga linu. Tapi rizqi adalah soal menikmati, Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi.
Seorang direktur sebuah BUMN bergaji besar yang duduk di samping saya dalam penerbangan kelas bisnis hanya memandang cemburu ketika sajian saya nikmati. Saya bertanya mengapa hanya air putih saja yang diteguknya, digenggam erat dalam gelas kaca.
Sungguh berat bagi beliau; mau makan manis, kata dokter, "Jangan Pak, diabetesnya." Mau makan gurih, kata dokter, "Jangan Pak, kolesterolnya." Mau makan asin, kata dokter, "Jangan Pak, hipertensinya." Mau makan kacang, kata dokter, "Jangan Pak, asam uratnya."
Ah saya membayangkan, berapakah yang dinikmati manusia dari apa yang dia sangka miliknya dan ditumpuk-tumpuk dan dihitung jumlahnya. Sekira 1000 triliun ada di rekeningnya, lalu esok pagi tiba malaikat maut menunaikan tugasnya, rizqi siapakah itu sebenarnya? Ahli waris atau bahkan musuh bisnis, Allah tak kekurangan cara untuk mengantarnya pada yang sudah dijatahkan tertulis di sisiNya.
Betapa benar Al Mushthafa ﷺ ketika bersabda, "Anak Adam berkata, 'Hartaku! Hartaku!' Padahal apalah hartanya itu selain makanan yang dilahapnya hingga habis, pakaian yang dipakainya hingga usang, dan apa yang dinafkahkannya di jalan Allah lalu dia dapati Allah membalasnya berlipat di akhirat."
Rizqi adalah jaminan. Menjemputnya adalah ujian. Bekerja adalah ibadah kita; 'itqan, ihsan, ikhlas; bukan mencari rizqi, tapi mencari pahala. Sebab kita harus memindahkan kekhawatiran, dari yang dijamin kepada yang belum dijamin. Yakni; akankah pulang kita ke surga?

*Aplikasi akuntansi (pencatatan transaksi keuangan/PTK) bagi usaha mikro dan kecil*.

Mungkin info ini bisa bermanfaat teman2 yg baru merintis usaha atau sdh jdi pengusaha sukses 😊
*Aplikasi akuntansi (pencatatan transaksi keuangan/PTK) bagi usaha mikro dan kecil*.
Aplikasi pembukuan ini dapat mencatat jenis transaksi sederhana bagi usaha perorangan (usaha mikro) maupun juga usaha kecil. Perbedaan pencatan usaha mikro dibandingkan usaha kecil terletak pada kompleksitas pencatatan dan laporan keuangan. Usaha Mikro hanya mencatat dan melaporkan sumber dan penggunaan dana, sementara usaha kecil menengah (UKM) menyusun laporan yang lebih lengkap seperti laporan laba rugi, arus kas dan neraca.
Standard pencatatan tersebut mengacu kepada standard yang disusun oleh Bank Indonesia bersama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Jadi, sistem pencatatannya sudah baku, diakui dan dapat diterima oleh perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Dengan demikian, laporan-laporan dari aplikasi ini akan dijadikan landasan bagi pengajuan pembiayaan (kredit) kepada perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.
Pencatatan dalam aplikasi ini mencatat double entry (debit-kredit) dengan sistem input single entry atau menurut jenis-jenis transaksinya, bukan menginput berdasarkan akun-akun yang merumitkan. Pengguna tidak perlu memilih transaksi debit dan lawan transaksi kreditnya. Pengguna hanya perlu mengkategorikan apakah transaksi yang akan dicatat termasuk penerimaan atau pengeluaran.
Aplikasi pencatatan keuangan UMKM ini dapat digunakan oleh pelaku usaha mikro perorangan dan pelaku usaha kecil sektor jasa, perdagangan, pertanian, maupun manufaktur. Pencatatan persediaan bibit-pupuk-obat hama sektor pertanian, persediaan bahan material sektor manufaktur dan persediaan barang sektor perdagangan menggunakan metode FIFO yang tidak merumitkan pengguna.
Aplikasi akuntansi bagi UKM ini dapat menyajikan laporan keuangan seperti Neraca, Laba Rugi, Arus Kas dan Rincian Pos Keuangan. Di samping itu, PTK juga dilengkapi dengan laporan kinerja keuangan mencakup solvabilitas, likuiditas, profitabilitas, perputaran modal kerja, kinerja operasional dan repayment capacity dengan penjelasan yang ringkas dan mudah dipahami.
Aplikasi pembukuan (akuntansi) bagi UKM ini dapat digunakan secara GRATIS, TANPA SYARAT.
-- Tanpa batasan jumlah transaksi yang bisa dicatat
-- Tanpa batasan jumlah entitas usaha yang Anda miliki
-- Tanpa batasan jumlah entitas usaha di setiap sektor
-- Tanpa batasan jumlah barang, bahan material, jenis jasa
-- Tanpa batasan jumlah pemasok, jumlah pelanggan
-- Tanpa batasan periode melihat laporan keuangan
-- Tanpa koneksi internet